Pasar saham Amerika Serikat yang bernilai sekitar 80 triliun dolar kini semakin mendekat ke ekosistem blockchain. Perkembangan ini membuka babak baru bagi integrasi keuangan tradisional dengan teknologi onchain.
Chainlink mengumumkan peluncuran layanan data harga saham dan ETF AS dengan ketersediaan 24 jam selama lima hari dalam seminggu. Melalui layanan ini, platform keuangan terdesentralisasi dapat mengakses data harga saham hampir sepanjang waktu. Langkah tersebut bertujuan membawa aset saham tradisional ke dalam aktivitas trading, pinjaman, dan derivatif berbasis blockchain dalam skala besar.
Selama ini, salah satu tantangan utama dalam menghadirkan saham ke blockchain adalah perbedaan jam operasional. Jaringan blockchain berjalan tanpa henti, sementara pasar saham AS hanya aktif pada jam perdagangan tertentu. Akibatnya, banyak platform onchain hanya memiliki akses data harga terbatas selama jam pasar reguler, sehingga menciptakan celah data pada sesi malam dan setelah jam perdagangan. Kondisi ini meningkatkan risiko dan menurunkan keandalan produk kripto berbasis saham.
Chainlink menilai bahwa data stream terbaru ini mampu mengatasi kendala tersebut.
Data Saham Selalu Aktif untuk Pasar Onchain
Layanan baru ini menyediakan data harga saham dan ETF secara real-time selama 24 jam sehari, lima hari dalam seminggu. Cakupan data meliputi sesi perdagangan reguler, pra-pasar, pasca-pasar, hingga sesi malam. Dengan dukungan ini, platform terdesentralisasi dapat terus beroperasi meskipun bursa saham Wall Street sedang tutup.
Data yang disediakan tidak hanya berupa satu harga. Layanan ini juga menyertakan harga bid dan ask, volume perdagangan, harga transaksi terakhir, indikator status pasar, serta penanda kesegaran data. Informasi tambahan ini membantu platform mengelola risiko dengan lebih baik, mengurangi potensi likuidasi yang tidak akurat, dan menjaga stabilitas perdagangan selama periode volatilitas tinggi.
Chainlink menyatakan bahwa data ini telah tersedia secara langsung di lebih dari 40 jaringan blockchain.
Mengapa Inovasi Ini Penting
Aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di industri kripto. Sejumlah analis memperkirakan nilai RWA onchain dapat mencapai 30 triliun dolar pada tahun 2030. Namun, hingga saat ini, saham AS masih belum banyak terintegrasi ke dalam ekosistem blockchain.
Dengan ketersediaan data berkelanjutan, para pengembang kini memiliki peluang untuk membangun berbagai produk baru, seperti kontrak berjangka saham tanpa tanggal kedaluwarsa, saham dan ETF sintetis, pasar pinjaman berbasis ekuitas, pasar prediksi yang terhubung dengan harga saham, serta produk terstruktur dan strategi imbal hasil.
Singkatnya, saham AS kini dapat diperdagangkan dengan karakteristik yang lebih mirip aset kripto, tanpa terikat sepenuhnya pada jam perdagangan tradisional.
Adopsi Awal oleh Platform Besar
Sejumlah platform perdagangan ternama telah mulai memanfaatkan data terbaru dari Chainlink. Beberapa di antaranya adalah BitMEX, ApeX, HelloTrade, Decibel, Monaco, Opinion Labs, dan Orderly Network.
CEO BitMEX menyatakan bahwa data ini memberikan konteks harga yang dibutuhkan untuk beroperasi di luar jam pasar standar. Sementara itu, pendiri Lighter menilai bahwa layanan ini memungkinkan eksekusi transaksi yang cepat dan adil tanpa mengorbankan kualitas data.
Langkah Besar Menuju Keuangan Dunia Nyata
Infrastruktur Chainlink saat ini telah mendukung sebagian besar aktivitas keuangan terdesentralisasi. Perusahaan tersebut mengklaim telah mengamankan nilai transaksi kumulatif lebih dari 27 triliun dolar sepanjang masa operasionalnya. Ke depan, Chainlink berencana memperluas cakupan data ke lebih banyak kelas aset dan wilayah global.
Pesan utamanya cukup jelas. Saham tidak lagi terbatas pada jam operasional Wall Street. Dengan hadirnya data onchain yang hampir berkelanjutan, pasar kripto semakin mendekati visi keuangan modern yang selalu aktif.

Post a Comment